Checklist Pemeriksaan Mobil Hasil GIIAS 2026 Sebelum Dikirim ke Luar Pulau

Bagikan artikel:

Rangkuman : Sebelum mobil hasil GIIAS keluar dari dealer, periksa identitas kendaraan, bodi, kaca, lampu, velg, ban, interior, odometer, bahan bakar atau baterai, indikator dashboard, jumlah kunci, serta aksesori. Seluruh kondisi harus difoto, direkam, dan dicatat dalam berita acara serah terima agar dapat dibandingkan ketika kendaraan tiba di kota tujuan.
Artikel Terakhir Diperbarui 7 Agustus 2026

Mobil sudah mendapatkan release dari dealer.

Faktur tersedia. Surat kuasa sudah dibuat. Driver atau armada towing juga telah dijadwalkan.

Sekilas, kendaraan terlihat siap dikirim.

Namun, sebelum mobil keluar dari dealer, ada satu proses yang tidak boleh dilewati:

Pemeriksaan kondisi dan pencatatan serah terima kendaraan.

Mobil baru bukan berarti otomatis bebas dari goresan, kekurangan aksesori, perbedaan kilometer, atau ketidaksesuaian dokumen.

Kendaraan bisa saja:

  • pernah dipindahkan antar-stockyard;
  • digunakan untuk pemeriksaan;
  • dipasangi aksesori;
  • terkena goresan ringan saat berada di dealer;
  • memiliki tekanan ban yang belum sesuai;
  • atau belum dilengkapi seluruh bonus pembelian.

Jika kondisi awal tidak dicatat, masalah baru muncul ketika kendaraan tiba di Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, atau kota tujuan lainnya.

Customer melihat goresan, tetapi tidak ada bukti kapan goresan tersebut muncul.

Dealer merasa unit diserahkan dalam kondisi baik. Perusahaan pengiriman juga merasa tidak menerima catatan kerusakan awal.

Akhirnya, semua pihak berdiskusi berdasarkan ingatan.

Karena itu, pemeriksaan sebelum pickup bukan sekadar dokumentasi tambahan. Proses ini merupakan dasar untuk menentukan kondisi kendaraan pada saat tanggung jawab berpindah.

Apa Saja yang Harus Diperiksa?

Sebelum kendaraan keluar dari dealer, periksa dan dokumentasikan:

  1. Identitas kendaraan dan nomor rangka.
  2. Bodi depan, belakang, kanan, kiri, dan atap.
  3. Bumper, grille, spoiler, dan body kit.
  4. Kaca depan, samping, belakang, dan panoramic roof.
  5. Lampu serta reflektor.
  6. Velg dan ban.
  7. Bagian bawah kendaraan.
  8. Interior dan seluruh kursi.
  9. Dashboard serta indikator peringatan.
  10. Odometer.
  11. Bahan bakar atau persentase baterai.
  12. Jumlah kunci.
  13. Toolkit, ban serep, dan perlengkapan darurat.
  14. Kabel charging dan perangkat mobil listrik.
  15. Aksesori serta bonus dari dealer.
  16. Dokumen kendaraan.
  17. Berita acara serah terima.
  18. Foto dan video kondisi kendaraan.

Hasil pemeriksaan harus disepakati oleh pihak yang menyerahkan dan menerima kendaraan.

Mengapa Mobil Baru Tetap Harus Diperiksa?

Ada anggapan bahwa pemeriksaan hanya diperlukan untuk kendaraan bekas.

Anggapan tersebut kurang tepat.

Mobil baru tetap mengalami beberapa proses sebelum diterima customer:

  • pengiriman dari pabrik;
  • penyimpanan di stockyard;
  • pemindahan menuju dealer;
  • pemeriksaan awal;
  • pemasangan aksesori;
  • pencucian;
  • pengisian bahan bakar;
  • dan pemindahan menuju area serah terima.

Setiap perpindahan mempunyai potensi munculnya:

  • goresan ringan;
  • noda;
  • bekas gesekan;
  • kerusakan velg;
  • kekurangan aksesori;
  • atau perubahan odometer.

Pemeriksaan bukan berarti mencurigai dealer.

Pemeriksaan memberikan satu kondisi awal yang disepakati bersama.

Dampaknya:

  • dealer mengetahui apa yang diserahkan;
  • perusahaan pengiriman mengetahui apa yang diterima;
  • customer mempunyai bukti kondisi awal;
  • dan proses klaim lebih jelas jika kemudian terjadi masalah.

Siapa yang Harus Melakukan Pemeriksaan?

Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang menerima kendaraan dari dealer.

Pihak tersebut dapat berupa:

  • customer;
  • perwakilan customer;
  • driver self-drive;
  • petugas towing;
  • koordinator operasional;
  • atau petugas perusahaan pengiriman.

Idealnya, pemeriksaan juga didampingi oleh:

  • sales;
  • petugas delivery dealer;
  • PIC stockyard;
  • atau pihak lain yang berwenang menyerahkan mobil.

Jangan melakukan pemeriksaan diam-diam setelah kendaraan keluar dari area dealer.

Kondisi kendaraan harus dicatat ketika tanggung jawab masih jelas berada di titik serah terima.

1. Cocokkan Identitas Kendaraan

Sebelum memeriksa bodi, pastikan kendaraan yang diterima memang unit milik customer.

Cocokkan:

  • merek;
  • model;
  • varian;
  • warna;
  • nomor rangka;
  • nomor mesin;
  • dan nama pembeli.

Nomor rangka menjadi identitas terpenting karena beberapa unit dapat memiliki:

  • merek yang sama;
  • tipe yang sama;
  • warna yang sama;
  • dan berada dalam satu lokasi.

Nomor rangka pada kendaraan harus sama dengan data pada:

  • faktur;
  • release dealer;
  • surat kuasa;
  • dan berita acara.

Jangan hanya mengandalkan nomor polisi sementara atau warna kendaraan.

Di Mana Nomor Rangka Diperiksa?

Lokasi nomor rangka berbeda menurut kendaraan.

Informasinya dapat berada pada:

  • bagian ruang mesin;
  • pilar pintu;
  • area lantai kabin;
  • bawah kursi;
  • atau titik lain yang ditentukan produsen.

Jika nomor rangka fisik sulit terlihat, mintalah petugas dealer menunjukkan lokasinya.

Foto bagian tersebut secara jelas.

Jangan membongkar penutup kendaraan tanpa izin dealer.

2. Periksa Bodi Bagian Depan

Bagian depan mobil cukup rentan terhadap:

  • goresan;
  • bekas gesekan;
  • benturan ringan;
  • noda;
  • atau ketidaksejajaran panel.

Periksa:

  • kap mesin;
  • bumper depan;
  • grille;
  • emblem;
  • spoiler;
  • sensor parkir;
  • kamera depan;
  • dan area sekitar lampu.

Gunakan pencahayaan yang cukup.

Goresan halus sering tidak terlihat ketika:

  • kendaraan basah;
  • pencahayaan terlalu redup;
  • atau bodi memantulkan cahaya secara berlebihan.

Jika mobil baru selesai dicuci, tunggu hingga permukaannya cukup kering untuk diperiksa.

3. Periksa Sisi Kanan dan Kiri

Lakukan pemeriksaan dari sudut depan menuju belakang.

Periksa:

  • pintu;
  • spion;
  • handle;
  • side skirt;
  • fender;
  • panel samping;
  • lis;
  • dan sensor.

Jangan hanya mengambil satu foto seluruh sisi.

Ambil beberapa foto:

  • sisi penuh;
  • bagian depan samping;
  • bagian tengah;
  • dan bagian belakang samping.

Foto jarak jauh menunjukkan posisi panel.

Foto jarak dekat menunjukkan detail goresan atau bekas benturan.

4. Periksa Bagian Belakang

Periksa:

  • pintu bagasi;
  • bumper belakang;
  • kamera;
  • sensor;
  • emblem;
  • spoiler;
  • lampu;
  • serta area dekat knalpot.

Buka dan tutup pintu bagasi untuk memastikan mekanismenya bekerja.

Jika menggunakan pintu bagasi elektrik, periksa:

  • tombol;
  • sensor kaki;
  • motor pembuka;
  • dan ketinggian bukaan.

Untuk SUV dan MPV, periksa pula bagian bawah bumper yang sering sulit terlihat dari posisi berdiri.

5. Periksa Atap dan Panoramic Roof

Atap sering terlewat karena posisinya tidak sejajar dengan pandangan.

Padahal, atap dapat mengalami:

  • goresan;
  • noda;
  • penyok ringan;
  • atau kerusakan saat kendaraan disimpan dan dipindahkan.

Periksa:

  • seluruh permukaan atap;
  • antena;
  • roof rail;
  • panoramic roof;
  • karet;
  • dan sambungan panel.

Jika kendaraan memiliki roof rack atau aksesori tambahan, pastikan:

  • terpasang kuat;
  • tidak ada bagian longgar;
  • dan seluruh komponennya tercatat.

6. Periksa Seluruh Kaca

Periksa kaca dari beberapa sudut untuk melihat:

  • retak rambut;
  • titik pecah;
  • goresan;
  • bekas benturan;
  • atau pemasangan kaca film yang kurang rapi.

Bagian yang diperiksa:

  • kaca depan;
  • kaca pintu;
  • kaca belakang;
  • quarter glass;
  • panoramic roof;
  • dan sunroof.

Jika dealer memberikan bonus kaca film, periksa:

  • merek;
  • tingkat kegelapan;
  • gelembung udara;
  • lipatan;
  • dan hasil pemasangan.

Catat bila masih ada bagian yang perlu diperbaiki dealer.

7. Periksa Lampu dan Reflektor

Nyalakan:

  • lampu utama;
  • lampu jauh;
  • lampu sein;
  • lampu rem;
  • lampu mundur;
  • lampu kabut;
  • dan daytime running light.

Periksa bagian luar lampu dari:

  • retak;
  • embun;
  • goresan;
  • atau pemasangan yang tidak rata.

Pemeriksaan fungsi penting dilakukan apabila kendaraan akan menggunakan self-drive.

Mobil tidak boleh langsung dibawa ke jalan jika salah satu sistem penerangannya bermasalah.

8. Periksa Velg

Velg mudah mengalami:

  • goresan;
  • lecet;
  • bekas benturan;
  • atau kerusakan saat parkir dan pemindahan.

Periksa keempat velg satu per satu.

Ambil foto jarak dekat setiap velg.

Untuk kendaraan dengan velg berwarna gelap atau polished, kerusakan kecil dapat sulit terlihat jika hanya difoto dari jauh.

Catat pula:

  • tipe velg;
  • warna;
  • tutup baut;
  • dan aksesori yang terpasang.

9. Periksa Ban

Periksa:

  • merek ban;
  • ukuran;
  • kondisi permukaan;
  • tekanan;
  • dan kerusakan dinding ban.

Pastikan tidak terdapat:

  • benjolan;
  • sobekan;
  • paku;
  • tekanan terlalu rendah;
  • atau indikator tekanan ban menyala.

Jika mobil menggunakan ban berbeda depan dan belakang, catat ukuran masing-masing.

Untuk kendaraan yang akan menggunakan self-drive, kondisi ban merupakan bagian keselamatan yang tidak boleh diabaikan.

10. Periksa Kolong dan Ground Clearance

Pemeriksaan bagian bawah penting untuk:

  • mobil sport;
  • sedan;
  • kendaraan dengan body kit;
  • mobil ber-ground clearance rendah;
  • atau unit yang akan menggunakan towing.

Perhatikan:

  • bumper bawah;
  • underguard;
  • side skirt;
  • titik dongkrak;
  • dan bagian bawah baterai pada mobil listrik.

Dokumentasikan bila terdapat:

  • bekas gesekan;
  • penyok;
  • bagian menggantung;
  • atau pelindung kolong yang tidak terpasang baik.

Untuk mobil listrik, jangan menyentuh atau membuka bagian sistem tegangan tinggi.

Pemeriksaan cukup dilakukan secara visual.

11. Periksa Interior

Masuk ke dalam kendaraan dan periksa:

  • dashboard;
  • panel pintu;
  • konsol tengah;
  • jok;
  • plafon;
  • karpet;
  • sabuk pengaman;
  • dan area bagasi.

Pastikan tidak ada:

  • noda;
  • sobekan;
  • goresan;
  • bekas pemasangan aksesori;
  • atau komponen longgar.

Untuk kendaraan dengan tiga baris kursi, periksa seluruh baris.

Jangan hanya duduk di kursi depan.

Lipat dan tegakkan kursi untuk memastikan mekanismenya bekerja.

12. Periksa Dashboard dan Indikator

Nyalakan kendaraan dan perhatikan dashboard.

Periksa apakah terdapat indikator:

  • check engine;
  • airbag;
  • ABS;
  • tekanan ban;
  • baterai;
  • sistem hybrid;
  • rem;
  • atau peringatan lainnya.

Beberapa indikator memang menyala ketika kontak pertama diaktifkan lalu padam setelah kendaraan hidup.

Yang perlu diperhatikan adalah indikator yang tetap menyala.

Jika ada peringatan, jangan langsung membawa kendaraan keluar dealer.

Minta dealer menjelaskan dan menyelesaikannya terlebih dahulu.

13. Catat Odometer

Odometer harus difoto dan dicatat dalam berita acara.

Mobil baru tidak selalu menunjukkan angka nol.

Kendaraan sudah mengalami:

  • pemindahan dalam pabrik;
  • proses stockyard;
  • perjalanan internal;
  • pemeriksaan;
  • dan pemindahan di dealer.

Yang penting adalah angka awal tercatat sebelum kendaraan diserahkan kepada pihak pengiriman.

Jika menggunakan self-drive, jelaskan kepada customer bahwa odometer akan bertambah sesuai perjalanan menuju:

  • pool;
  • pelabuhan;
  • atau titik operasional lain.

Jika menggunakan towing, odometer tetap dapat bertambah sedikit karena kendaraan masih dipindahkan ketika:

  • loading;
  • unloading;
  • masuk kapal;
  • keluar kapal;
  • dan parkir.

Artikel towing atau self-drive untuk mobil hasil GIIAS nantinya menjadi internal link utama untuk membandingkan dampak kedua metode terhadap odometer.

14. Catat Bahan Bakar

Untuk mobil bensin, diesel, hybrid, PHEV, atau REEV, catat kondisi bahan bakar saat pickup.

Jangan hanya menulis:

Bensin cukup.

Gunakan informasi yang lebih terukur:

  • indikator seperempat;
  • setengah;
  • tiga perempat;
  • atau jumlah bar pada dashboard.

Bahan bakar harus cukup untuk:

  • keluar dari dealer;
  • menuju titik pengiriman;
  • proses masuk kapal;
  • dan pemindahan di tujuan.

Namun, jangan pula mengisi kendaraan secara berlebihan tanpa mengikuti ketentuan operator.

Persyaratan bahan bakar dapat berbeda menurut pelayaran.

15. Catat Persentase Baterai Mobil Listrik

Untuk mobil listrik, foto persentase baterai sebelum kendaraan keluar.

Periksa:

  • state of charge;
  • estimasi jarak;
  • indikator peringatan;
  • dan mode kendaraan.

Baterai harus cukup untuk kebutuhan operasional:

  • keluar dealer;
  • loading atau self-drive;
  • masuk kapal;
  • keluar kapal;
  • serta pemindahan menuju titik serah terima.

Jangan menerima mobil listrik dengan daya sangat rendah tanpa rencana charging atau towing.

Selain persentase baterai, catat:

  • kabel charging;
  • portable charger;
  • adaptor;
  • kartu charging;
  • dan perangkat bawaan.

16. Periksa Jumlah Kunci

Mobil baru umumnya memiliki:

  • kunci utama;
  • kunci cadangan;
  • atau kartu akses tambahan.

Jumlahnya harus dicatat secara jelas.

Contoh:

Kunci utama: 1
Kunci cadangan: 1
Kartu akses: 2

Jangan hanya menulis:

Kunci lengkap.

Simpan kunci sesuai prosedur dan jangan meninggalkan kunci cadangan secara sembarangan di dalam kendaraan.

17. Periksa Toolkit dan Perlengkapan Darurat

Periksa:

  • dongkrak;
  • kunci roda;
  • towing hook;
  • segitiga pengaman;
  • toolkit;
  • tire repair kit;
  • kompresor;
  • dan ban serep jika tersedia.

Tidak semua mobil modern memiliki ban serep.

Sebagian menggunakan:

  • tire repair kit;
  • sealant;
  • atau ban run-flat.

Catat perlengkapan sesuai kondisi aktual, bukan berdasarkan asumsi.

18. Periksa Charger dan Perangkat Elektrifikasi

Untuk mobil listrik atau PHEV, periksa:

  • portable charger;
  • kabel AC;
  • adaptor;
  • tempat penyimpanan;
  • kartu akses;
  • dan buku panduan charging.

Foto setiap perangkat.

Catat merek, jumlah, dan kondisinya.

Jangan hanya meletakkan charger di bagasi tanpa memasukkannya ke berita acara.

Jika perangkat hilang dan tidak pernah dicatat, pembuktiannya akan lebih sulit.

19. Periksa Bonus dan Aksesori Dealer

Promo pembelian dapat mencakup:

  • kaca film;
  • karpet;
  • dashcam;
  • coating;
  • body kit;
  • talang air;
  • roof rack;
  • charger;
  • atau aksesori lainnya.

Cocokkan dengan SPK atau daftar bonus.

Pastikan:

  • barang sudah terpasang;
  • barang yang belum dipasang diserahkan;
  • merek sesuai;
  • jumlah sesuai;
  • dan kondisinya baik.

Artikel promo mobil GIIAS 2026 dapat digunakan untuk mengingatkan customer agar seluruh bonus pembelian dicantumkan secara tertulis.

20. Pastikan Tidak Ada Barang Pribadi

Sebelum pengiriman, kosongkan kendaraan dari barang pribadi.

Jangan meninggalkan:

  • uang;
  • laptop;
  • telepon;
  • perhiasan;
  • dokumen penting;
  • obat;
  • barang elektronik;
  • cairan mudah terbakar;
  • barang ilegal;
  • atau barang yang tidak dideklarasikan.

Barang pribadi di dalam kendaraan dapat:

  • tidak masuk perlindungan asuransi;
  • sulit dibuktikan keberadaannya;
  • mengganggu pemeriksaan;
  • dan menimbulkan risiko keselamatan.

Perangkat bawaan kendaraan boleh tetap berada di mobil apabila diperbolehkan dan dicatat dalam BAST.

Dokumentasi Foto yang Benar

Foto harus mempunyai fungsi pembuktian, bukan sekadar menunjukkan bahwa mobil pernah difoto.

Gunakan prinsip berikut.

Gunakan pencahayaan cukup

Hindari tempat terlalu gelap atau pantulan berlebihan.

Foto seluruh sisi

Minimal:

  • depan;
  • belakang;
  • kanan;
  • kiri;
  • dan sudut diagonal.

Foto detail

Ambil foto:

  • velg;
  • kaca;
  • bumper;
  • atap;
  • odometer;
  • nomor rangka;
  • bahan bakar atau baterai;
  • dan aksesori.

Gunakan jarak yang sesuai

Foto terlalu dekat kehilangan konteks.

Foto terlalu jauh kehilangan detail.

Gunakan kombinasi keduanya.

Hindari filter

Gunakan foto asli tanpa filter atau pengeditan yang dapat mengubah kondisi visual kendaraan.

Pastikan waktu dan lokasi tercatat

Data waktu dapat berasal dari:

  • metadata foto;
  • aplikasi operasional;
  • BAST;
  • atau laporan pickup.

Dokumentasi Video

Video melengkapi foto, tetapi tidak menggantikannya.

Lakukan video mengelilingi kendaraan secara perlahan.

Urutannya dapat dibuat:

  1. Bagian depan.
  2. Sisi kanan.
  3. Bagian belakang.
  4. Sisi kiri.
  5. Atap dan kaca.
  6. Interior.
  7. Dashboard.
  8. Odometer.
  9. Bahan bakar atau baterai.
  10. Bagasi dan aksesori.

Jangan merekam terlalu cepat.

Video yang bergerak terlalu cepat membuat detail sulit dilihat ketika dibutuhkan.

Apa yang Harus Dicatat dalam BAST?

Berita acara serah terima sebaiknya memuat:

Identitas kendaraan

  • merek;
  • model;
  • varian;
  • warna;
  • nomor rangka;
  • nomor mesin;
  • nomor polisi jika tersedia.

Data serah terima

  • tanggal;
  • jam;
  • lokasi;
  • pihak yang menyerahkan;
  • pihak yang menerima.

Kondisi kendaraan

  • bodi;
  • kaca;
  • lampu;
  • velg;
  • ban;
  • interior;
  • dan catatan kerusakan awal.

Data operasional

  • odometer;
  • bahan bakar;
  • baterai;
  • jumlah kunci;
  • aksesori;
  • dan perlengkapan.

Tanda tangan

  • dealer atau pihak penyerah;
  • driver atau petugas penerima;
  • dan saksi bila diperlukan.

Artikel dokumen pengiriman mobil hasil GIIAS ke luar pulau dapat digunakan sebagai internal link untuk pembahasan release, faktur, surat kuasa, STCK, TCKB, dan BAST.

Bagaimana Jika Ditemukan Goresan di Dealer?

Jangan langsung menuduh atau memindahkan kendaraan.

Lakukan langkah berikut:

  1. Foto dari jarak jauh dan dekat.
  2. Rekam video.
  3. Tunjukkan kepada petugas dealer.
  4. Catat lokasi serta ukuran perkiraan.
  5. Masukkan ke BAST.
  6. Tentukan apakah mobil tetap dikirim atau diperbaiki dahulu.
  7. Minta keputusan customer.

Jika goresan ringan dan customer setuju kendaraan tetap dikirim, tuliskan persetujuannya.

Jika dealer akan memperbaiki, jangan menjadwalkan pickup sampai hasil perbaikannya selesai diperiksa.

Bagaimana Jika Aksesori Belum Lengkap?

Jangan hanya menerima janji:

Nanti kami kirim menyusul.

Minta kejelasan:

  • aksesori apa yang kurang;
  • kapan tersedia;
  • siapa yang mengirim;
  • ke alamat mana;
  • dan siapa yang menanggung biaya.

Pilihan operasionalnya:

  1. Menunggu aksesori lengkap sebelum pickup.
  2. Mengirim mobil terlebih dahulu dan aksesori menyusul.
  3. Membatalkan aksesori dengan kompensasi yang disepakati.

Keputusan customer harus dicatat.

Pemeriksaan untuk Pickup Self-Drive

Jasa kirim mobil terbaik & terpercaya. Kirim mobil Anda dengan cepat dari Jakarta ke seluruh Indonesia. Dapatkan penawaran terbaik dari kirimmobil.co.id sekarang!

Selain pemeriksaan kondisi umum, pastikan:

  • dokumen jalan sesuai;
  • ban aman;
  • lampu berfungsi;
  • rem tidak bermasalah;
  • tidak ada indikator peringatan;
  • bahan bakar atau baterai cukup;
  • dan driver memahami kontrol kendaraan.

Catat rute yang akan digunakan.

Driver tidak boleh:

  • menggunakan mobil untuk kepentingan lain;
  • membawa penumpang tanpa izin;
  • mengubah rute tanpa alasan operasional;
  • atau menggunakan fitur kendaraan secara berlebihan.

Pemeriksaan untuk Pickup dengan Towing

Selain pemeriksaan kondisi umum, periksa:

  • ground clearance;
  • sudut bumper;
  • titik towing;
  • posisi transmission;
  • parking brake;
  • dan akses loading.

Pastikan armada sesuai dengan:

  • panjang kendaraan;
  • lebar;
  • berat;
  • dan karakter bodi.

Dokumentasikan kendaraan sebelum naik dan setelah turun dari towing.

Artikel tentang towing dan self-drive dapat menjadi penghubung utama antara inspeksi kendaraan dan metode pickup.

Pemeriksaan Sebelum Masuk Kapal RORO

Setelah kendaraan tiba di pool atau pelabuhan, lakukan pemeriksaan ulang.

Bandingkan dengan kondisi saat keluar dealer:

  • bodi;
  • kaca;
  • velg;
  • odometer;
  • bahan bakar;
  • baterai;
  • dan aksesori.

Tujuannya untuk memastikan kondisi selama pickup sudah tercatat sebelum kendaraan masuk tahap kapal.

Jika ada perubahan, laporkan dan dokumentasikan saat itu juga.

Jangan menunggu mobil tiba di tujuan.

Pemeriksaan Setelah Mobil Turun Kapal

Ketika kendaraan tiba di kota tujuan, lakukan inspeksi sebelum delivery lanjutan.

Periksa kembali:

  • seluruh bodi;
  • kaca;
  • velg;
  • ban;
  • interior;
  • odometer;
  • bahan bakar;
  • baterai;
  • dan aksesori.

Untuk tujuan seperti Samarinda, Banjarbaru, Palangkaraya, Bontang, atau Singkawang, pemeriksaan setelah turun kapal penting karena kendaraan masih akan melanjutkan perjalanan darat.

Kondisi sebelum dooring harus dibedakan dari kondisi setelah dooring.

Pemeriksaan Saat Serah Terima kepada Customer

Penerima harus diberi waktu untuk memeriksa kendaraan.

Jangan meminta tanda tangan terlebih dahulu sebelum inspeksi.

Penerima perlu:

  1. Mencocokkan nomor rangka.
  2. Memeriksa seluruh sisi.
  3. Memeriksa kaca dan lampu.
  4. Memeriksa velg serta ban.
  5. Memeriksa interior.
  6. Mencocokkan odometer.
  7. Mencocokkan bahan bakar atau baterai.
  8. Menghitung kunci.
  9. Memeriksa charger dan aksesori.
  10. Membandingkan dengan dokumentasi awal.

Jika kondisi sesuai, penerima menandatangani BAST.

Jika ada perbedaan, catat secara spesifik sebelum tanda tangan.

Hubungan Pemeriksaan dengan Asuransi

Dokumentasi awal sangat penting apabila kendaraan menggunakan asuransi pengiriman.

Artikel asuransi pengiriman mobil hasil GIIAS menjelaskan bahwa klaim membutuhkan bukti kondisi sebelum dan sesudah pengiriman.

Tanpa dokumentasi awal, akan sulit menentukan:

  • apakah kerusakan sudah ada dari dealer;
  • terjadi saat pickup;
  • terjadi selama kapal;
  • atau terjadi saat delivery.

Asuransi tidak menggantikan pemeriksaan.

Asuransi justru membutuhkan dokumentasi yang tertib agar kejadian dapat dinilai.

Checklist Pemeriksaan Siap Pakai

Identitas kendaraan

  • Merek dan tipe sesuai
  • Varian sesuai
  • Warna sesuai
  • Nomor rangka sesuai
  • Nomor mesin sesuai

Eksterior

  • Kap mesin
  • Bumper depan
  • Grille
  • Sisi kanan
  • Sisi kiri
  • Pintu
  • Spion
  • Bumper belakang
  • Pintu bagasi
  • Atap
  • Sunroof atau panoramic roof
  • Kaca
  • Lampu
  • Velg
  • Ban
  • Kolong

Interior

  • Dashboard
  • Panel pintu
  • Jok depan
  • Jok baris kedua
  • Jok baris ketiga
  • Plafon
  • Karpet
  • Bagasi
  • Sabuk pengaman

Operasional

  • Odometer
  • Bahan bakar
  • Persentase baterai
  • Indikator dashboard
  • Lampu
  • Rem
  • Kamera dan sensor

Kelengkapan

  • Kunci utama
  • Kunci cadangan
  • Toolkit
  • Ban serep atau tire repair kit
  • Dongkrak
  • Towing hook
  • Buku manual
  • Kabel charger
  • Portable charger
  • Kartu akses
  • Aksesori dealer

Dokumen

  • Faktur
  • Release dealer
  • Surat jalan
  • Surat kuasa
  • Identitas driver
  • STCK dan TCKB jika diperlukan
  • BAST
  • Data penerima

Dokumentasi

  • Foto depan
  • Foto belakang
  • Foto kanan
  • Foto kiri
  • Foto atap
  • Foto seluruh velg
  • Foto kaca
  • Foto interior
  • Foto odometer
  • Foto bahan bakar atau baterai
  • Foto nomor rangka
  • Video keliling kendaraan

Format Laporan Pickup

Tim operasional dapat menggunakan format berikut:

Tanggal dan waktu pickup:
Lokasi dealer:
PIC dealer:
Merek dan tipe:
Varian dan warna:
Nomor rangka:
Nomor mesin:
Odometer awal:
Bahan bakar/baterai:
Jumlah kunci:
Kondisi eksterior:
Kondisi interior:
Kondisi velg dan ban:
Aksesori:
Catatan kerusakan awal:
Metode pickup: Towing/Self-drive
Nama driver:
Tujuan pickup: Pool/Pelabuhan
Dokumentasi: Lengkap/Belum lengkap
BAST: Ditandatangani/Belum

Dampak Pemeriksaan yang Dilakukan dengan Benar

Pemeriksaan menyeluruh menghasilkan dampak nyata.

Kondisi awal menjadi jelas

Tidak ada perdebatan berdasarkan perkiraan.

Proses serah terima lebih transparan

Dealer, pengangkut, dan customer mengetahui kondisi unit.

Risiko komplain berkurang

Kerusakan awal sudah dicatat.

Klaim lebih terarah

Bukti tersedia jika terjadi kejadian yang dijamin polis.

Aksesori lebih terkontrol

Kunci, charger, dan bonus dealer tidak mudah terlewat.

Odometer dapat dipertanggungjawabkan

Angka awal dan akhir tercatat.

Customer lebih percaya

Pengiriman tidak hanya mengandalkan ucapan bahwa mobil “aman”.

Kirim Mobil Hasil GIIAS Bersama KirimMobil.co.id

KirimMobil.co.id melayani pickup kendaraan baru dari dealer Jabodetabek dan pengiriman menuju berbagai kota di Kalimantan.

Pilihan layanan meliputi:

  • self-drive;
  • car towing;
  • kapal RORO;
  • port-to-port;
  • door-to-door;
  • dan asuransi sebagai opsi sesuai quotation.

Sebelum kendaraan keluar dari dealer, tim akan memerlukan:

  • faktur;
  • release;
  • surat kuasa;
  • data kendaraan;
  • status plat;
  • metode pickup;
  • dan data penerima.

Customer dapat membaca pula:

Kesimpulan

Mobil baru hasil GIIAS tetap harus diperiksa sebelum keluar dari dealer.

Pemeriksaan minimal mencakup:

  • identitas kendaraan;
  • nomor rangka;
  • bodi;
  • kaca;
  • lampu;
  • velg;
  • ban;
  • interior;
  • odometer;
  • bahan bakar atau baterai;
  • jumlah kunci;
  • toolkit;
  • charger;
  • aksesori;
  • dan dokumen.

Seluruh kondisi harus dicatat dalam BAST serta didukung foto dan video.

Pemeriksaan tidak bertujuan mencari kesalahan.

Tujuannya menetapkan kondisi awal yang disepakati sebelum kendaraan berpindah tanggung jawab.

Dengan dokumentasi yang benar:

  • dealer mengetahui apa yang diserahkan;
  • tim pengiriman mengetahui apa yang diterima;
  • customer mengetahui kondisi awal mobilnya;
  • dan setiap perbedaan dapat ditelusuri berdasarkan bukti.

Mobil baru memang terlihat sempurna ketika berada di bawah lampu dealer.

Namun, pengiriman profesional tidak bekerja berdasarkan tampilan sekilas.

Pengiriman profesional bekerja berdasarkan pemeriksaan, pencatatan, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.


FAQ Pemeriksaan Mobil Hasil GIIAS

Mengapa mobil baru harus diperiksa sebelum dikirim?

Mobil baru tetap melewati proses penyimpanan, pemindahan, pemasangan aksesori, dan pemeriksaan dealer. Kondisi awal perlu dicatat sebelum kendaraan diserahkan kepada pihak pengiriman.

Apa bagian mobil yang harus difoto?

Foto bagian depan, belakang, kanan, kiri, atap, kaca, lampu, velg, ban, interior, dashboard, odometer, bahan bakar atau baterai, nomor rangka, dan aksesori.

Apakah odometer mobil baru harus dicatat?

Ya. Odometer awal harus difoto dan dimasukkan ke dalam BAST agar penambahan kilometer selama pengiriman dapat diketahui.

Apakah mobil yang menggunakan towing tetap perlu diperiksa?

Ya. Mobil tetap melalui proses loading, perjalanan, unloading, kapal, dan pemindahan operasional.

Apa yang dilakukan jika ditemukan goresan di dealer?

Dokumentasikan, tunjukkan kepada dealer, catat dalam BAST, dan minta keputusan customer apakah kendaraan tetap dikirim atau diperbaiki terlebih dahulu.

Apakah charger mobil listrik harus dicatat?

Ya. Kabel charging, portable charger, adaptor, kartu akses, dan perangkat lain harus difoto serta dicatat jumlah dan kondisinya.

Apakah barang pribadi boleh ditinggalkan di dalam mobil?

Sebaiknya tidak. Barang pribadi dapat tidak tercakup asuransi, sulit dibuktikan, atau tidak diperbolehkan oleh operator.

Apa fungsi BAST?

BAST mencatat identitas kendaraan, kondisi awal, odometer, bahan bakar atau baterai, kunci, aksesori, serta pihak yang menyerahkan dan menerima.

Kapan pemeriksaan dilakukan?

Pemeriksaan pertama dilakukan sebelum mobil keluar dari dealer. Pemeriksaan ulang dilakukan setelah pickup, setelah turun kapal, dan saat serah terima kepada penerima.

Apakah dokumentasi diperlukan untuk klaim asuransi?

Ya. Foto, video, dan BAST sebelum serta sesudah pengiriman membantu menunjukkan kapan perubahan kondisi terjadi.

Bagikan artikel: