Ringkasan : Untuk mendapatkan quotation kirim mobil yang lebih akurat, customer sebaiknya mengirim data lokasi pickup, kota tujuan akhir, merek dan tipe kendaraan, kondisi running atau non-running, status plat dan dokumen, waktu kesiapan unit, pilihan pickup seperti towing atau self-drive, scope port-to-port atau door-to-door, serta kebutuhan asuransi.
Terakhir Diupdate 1 September 2026
Salah satu chat yang paling sering diterima jasa pengiriman adalah:
“Pak, kirim mobil ke Kalimantan berapa?”
Atau:
“Jakarta–Samarinda berapa?”
Pertanyaan seperti itu bisa dijawab dengan estimasi awal.
Tetapi untuk mendapatkan quotation yang lebih akurat, CS masih membutuhkan beberapa informasi.
Karena biaya kirim mobil tidak hanya ditentukan oleh:
kota asal → kota tujuan.
Masih ada faktor:
- jenis kendaraan;
- lokasi pickup;
- kondisi mobil;
- status dokumen;
- metode pickup;
- pelabuhan tujuan;
- last-mile;
- serta scope layanan.
Karena itu semakin lengkap data yang diberikan:
semakin cepat CS membuat skema pengiriman yang relevan.
Kenapa CS Tidak Bisa Langsung Memberikan Harga dari Nama Kota Saja?

Misalnya customer bertanya:
“Jakarta ke Samarinda berapa?”
Masih ada beberapa pertanyaan.
Apakah mobil berada di:
- dealer Jakarta Selatan;
- Tangerang;
- Bekasi;
- rumah customer;
- stockyard?
Mobilnya:
- city car;
- SUV;
- double cabin;
- premium SUV?
Kemudian tujuan:
Samarinda port?
atau:
alamat rumah di Samarinda?
Karena itu satu rute bisa memiliki beberapa struktur biaya.
1. Lokasi Pickup Mobil
Data pertama:
mobil sekarang berada di mana?
Berikan lokasi sejelas mungkin.
Misalnya:
Dealer Toyota, Jakarta Selatan.
atau:
Rumah customer, BSD Tangerang.
Belum perlu langsung memberikan alamat sangat detail jika masih tahap estimasi awal.
Tetapi kota dan area sangat membantu.
Kenapa Lokasi Pickup Penting?
Karena ada biaya dan metode:
Origin Movement.
Mobil mungkin perlu dibawa:
Dealer → Pelabuhan
menggunakan:
- self-drive;
- towing;
- car carrier.
Jarak dan akses pickup memengaruhi perhitungan.
2. Kota Tujuan Akhir
Jangan hanya menyebut pelabuhan jika tujuan sebenarnya berbeda.
Contoh:
Tujuan: Samarinda
bukan:
Balikpapan.
Walaupun kapal mungkin tiba di titik pelabuhan tertentu sebelum kendaraan dilanjutkan melalui darat.
Hal yang sama untuk:
Pontianak → Singkawang
atau:
Banjarmasin → Banjarbaru.
CS perlu menghitung:
Destination Port + Last-Mile.
3. Merek dan Tipe Mobil
Jangan hanya menulis:
SUV.
Lebih baik:
Toyota Fortuner 2.8
atau:
Honda Brio Satya.
Mengapa?
Karena ukuran kendaraan berbeda.
Perbedaan:
- panjang;
- lebar;
- berat;
- ground clearance;
dapat memengaruhi handling dan moda tertentu.
4. Tahun Kendaraan
Tahun kendaraan juga berguna.
Contoh:
Toyota Fortuner 2026.
Ini membantu CS memahami unit yang akan ditangani.
Terutama untuk membedakan:
- generasi;
- varian;
- dimensi;
- nilai kendaraan.
5. Kondisi Running atau Non-Running
Ini wajib dijelaskan.
Running
Mobil dapat:
- start;
- bergerak;
- steering normal;
- rem berfungsi.
Non-Running
Mobil mungkin:
- tidak bisa start;
- mengalami kerusakan;
- roda terkunci;
- baterai mati;
- masalah mesin.
Mobil non-running dapat membutuhkan:
- winch;
- towing;
- handling tambahan.
Karena itu jangan menyebut mobil running jika sebenarnya sedang bermasalah.
6. Mobil Baru atau Mobil Bekas?
Untuk mobil baru dari dealer, prosesnya dapat melibatkan:
- dealer release;
- faktur;
- nomor rangka;
- STCK/TCKB jika relevan untuk movement;
- surat kuasa;
- pickup dealer.
Untuk mobil bekas, biasanya sudah ada:
- STNK;
- TNKB;
- dokumen registrasi.
Jenis dokumen dapat memengaruhi proses.
7. Status Plat Mobil
Berikan informasi:
Sudah ada plat
atau:
Belum ada plat permanen.
Ini penting terutama jika customer meminta:
self-drive.
Faktur sendiri bukan otomatis izin kendaraan digunakan di jalan.
Jika dokumen movement belum sesuai:
towing dapat menjadi opsi.
Baca:
Kirim Mobil Baru Belum Ada Plat
8. Status Dealer Release
Untuk mobil baru, tuliskan:
Sudah Ready Release
atau:
Masih menunggu dealer.
Jangan booking pickup jika dealer belum mengizinkan unit keluar.
Customer yang sudah lunas pun belum tentu unitnya ready release.
Baca:
Mobil Sudah Lunas tapi Belum Bisa Dikirim
9. Kapan Mobil Siap Dikirim?
Berikan estimasi waktu.
Misalnya:
siap pickup tanggal 5 September.
atau:
dealer release minggu ini.
Informasi ini membantu CS mencocokkan:
- jadwal pickup;
- staging;
- kapal;
- operasional.
Tidak perlu menentukan jadwal secara terlalu presisi jika dealer sendiri belum memastikan.
10. Pilih Towing atau Self-Drive?
Jika sudah punya preferensi, sampaikan.
Contoh:
Pickup dealer minta towing.
atau:
Boleh self-drive jika dokumen memungkinkan.
Jika belum tahu:
minta dua opsi.
Contoh:
Mohon harga towing dan self-drive.
Ini jauh lebih berguna.
11. Port-to-Port atau Door-to-Door?
Tentukan scope.
Port-to-Port
Pengiriman utama sampai titik pelabuhan tujuan sesuai kesepakatan.
Door-to-Door
Pengiriman diteruskan sampai alamat customer.
Harga keduanya tidak boleh dibandingkan langsung karena scope berbeda.
12. Jangan Hanya Menulis “Sampai Kalimantan”

Kalimantan sangat luas.
Tujuan bisa:
- Pontianak;
- Balikpapan;
- Samarinda;
- Banjarmasin;
- Banjarbaru;
- Bontang;
- Singkawang;
- Sampit;
- Pangkalan Bun;
- Tarakan.
Karena itu tuliskan:
kota tujuan akhir.
13. Untuk Samarinda, Sebutkan Samarinda Sejak Awal
Jika customer berada di Samarinda:
jangan meminta harga hanya sampai Balikpapan jika sebenarnya ingin door delivery.
Berikan:
Jakarta → Samarinda Door-to-Door.
Dengan begitu quotation sudah memperhitungkan last-mile.
Lihat:
Jasa Kirim Mobil Jakarta ke Samarinda
14. Untuk Pontianak dan Wilayah Kalbar
Jika tujuan:
Singkawang
jangan hanya tulis:
Pontianak.
Tuliskan:
Jakarta → Singkawang via Pontianak.
CS bisa menghitung:
main freight + last-mile.
Baca:
Beli Mobil di Jakarta untuk Pontianak
15. Untuk Banjarmasin dan Banjarbaru
Jika kendaraan harus sampai Banjarbaru:
sampaikan sejak quotation.
Jangan baru meminta delivery setelah mobil tiba di Banjarmasin.
Baca:
Beli Mobil di Jakarta untuk Banjarmasin
16. Apakah Perlu Asuransi?
Sampaikan:
Minta opsi asuransi
atau:
Mohon quotation termasuk asuransi.
Kemudian cek:
- nilai pertanggungan;
- risiko yang dijamin;
- deductible;
- pengecualian;
- periode coverage.
Jangan hanya menggunakan istilah:
full cover
tanpa membaca scope polis.
17. Nilai Kendaraan Berguna untuk Asuransi
Jika meminta opsi asuransi, berikan nilai kendaraan.
Contoh:
nilai kendaraan Rp650 juta.
Tidak harus memberi informasi finansial lain yang tidak relevan.
Nilai kendaraan membantu perhitungan perlindungan jika dibutuhkan.
18. Ada Barang di Dalam Mobil?
Sampaikan jika memang ada aksesori atau barang bawaan.
Tetapi sebaiknya jangan menggunakan mobil sebagai sarana mengirim:
- uang;
- laptop;
- gadget;
- dokumen penting;
- barang bernilai tinggi.
Jika ada kelengkapan bawaan kendaraan:
dokumentasikan.
19. Ground Clearance atau Modifikasi Perlu Disebutkan
Jika kendaraan:
- sangat rendah;
- memakai body kit;
- modifikasi velg;
- oversized;
- lift kit;
beri tahu CS.
Karena kondisi tersebut dapat memengaruhi:
- towing;
- loading;
- carrier;
- handling.
20. EV? Sebutkan Juga
Jika kendaraan listrik, tuliskan:
EV.
Informasi ini membantu planning:
- SOC;
- handling;
- towing;
- ground clearance;
- charger;
- last-mile.
Tidak semua EV mempunyai kebutuhan yang identik.
Format Data yang Ideal untuk Minta Quotation
Customer sebenarnya tidak perlu mengirim paragraf panjang.
Cukup format sederhana:
Merek/Tipe: Toyota Fortuner 2.8
Tahun: 2026
Kondisi: Running
Status: Mobil baru
Plat: Belum permanen
Pickup: Dealer Jakarta Selatan
Tujuan: Samarinda
Ready Pickup: 5 September 2026
Pickup Method: Minta opsi towing/self-drive
Scope: Door-to-Door
Asuransi: Minta opsi
Dengan data tersebut CS sudah mempunyai gambaran yang jauh lebih jelas.
Versi WhatsApp yang Lebih Singkat
Customer bisa mengirim:
Cek ongkir kirim mobil
Mobil: Toyota Fortuner 2026
Pickup: Dealer Jaksel
Tujuan: Samarinda
Kondisi: Running
Plat: Belum permanen
Ready: 5 Sept
Layanan: Door-to-Door
Minta opsi Towing/Self-Drive + Asuransi
Sederhana.
Tetapi datanya cukup lengkap.
Kenapa Format Ini Menghemat Waktu?
Tanpa data lengkap:
Customer: Jakarta–Samarinda berapa?
CS:
Mobil apa Pak?
Customer:
Fortuner.
CS:
Pickup di mana?
Customer:
Dealer.
CS:
Dealer daerah mana?
dan seterusnya.
Dengan format lengkap:
quotation bisa diproses lebih cepat.
Jangan Kirim Dokumen Pribadi Berlebihan di Awal
Untuk sekadar meminta estimasi quotation, biasanya tidak perlu langsung mengirim:
- foto KTP;
- dokumen sensitif;
- data pribadi berlebihan.
Mulai dari data operasional kendaraan.
Dokumen lengkap dapat diminta kemudian jika memang dibutuhkan untuk booking dan proses pengiriman.
Quotation Awal vs Quotation Final

Ini perlu dibedakan.
Indicative Quote
Harga awal berdasarkan informasi sementara.
Final Quotation
Dibuat setelah data utama sudah terkonfirmasi.
Misalnya:
- unit;
- alamat pickup;
- destination;
- scope;
- moda;
- kondisi.
Karena itu jangan menganggap harga yang diberikan dari pertanyaan:
“SUV Jakarta ke Kalimantan”
sebagai quotation final.
Kapan Harga Bisa Berubah?
Harga dapat berubah jika informasi berubah.
Misalnya awalnya:
Port-to-Port.
Kemudian customer meminta:
Door-to-Door.
Atau:
self-drive
berubah menjadi:
towing.
Atau tujuan awal:
Pontianak
berubah:
Singkawang.
Scope berubah:
harga juga berubah.
Jangan Membandingkan Quotation yang Berbeda Scope
Misalnya:
Vendor A
RpX.
Jakarta Port → Balikpapan Port.
Vendor B
RpY.
Dealer Jakarta → Rumah Samarinda.
Jelas tidak apple-to-apple.
Sebelum memilih, samakan:
- origin;
- destination;
- moda;
- first-mile;
- last-mile;
- asuransi.
5 Hal yang Harus Terlihat di Quotation

Quotation yang jelas minimal membuat customer memahami:
1. Origin
Mulai dari mana?
2. Destination
Berakhir di mana?
3. Mode
Menggunakan apa?
4. Scope
Port-to-port atau door-to-door?
5. Price Inclusion
Apa yang termasuk?
Dengan lima hal ini customer tidak mudah salah memahami harga.
Contoh Quotation yang Mudah Dipahami
Secara struktur:
Unit: Toyota Fortuner
Origin: Dealer Jakarta Selatan
Destination: Samarinda
Origin Leg: Towing
Main Freight: RORO
Destination Leg: Self-Drive
Scope: Door-to-Door
Insurance: Optional
Format seperti ini lebih transparan dibanding:
Jakarta–Samarinda RpX.
Setelah Quotation Disetujui, Apa Berikutnya?
Journey mulai masuk tahap booking.
Untuk mobil baru:
Dealer Release → Inspection → Pickup → Staging/Port → RORO
Jangan langsung mengirim armada sebelum dealer siap.
Jika dealer meminta mobil segera diambil tetapi kapal belum tersedia, baca:
Dealer Minta Mobil Segera Diambil, Jadwal Kapal Belum Ada
Setelah Mobil Masuk Pelabuhan
Customer perlu memahami status:
At Port ≠ Loaded ≠ Sailing.
Baca:
Mobil Sudah di Pelabuhan tapi Belum Naik Kapal
Kalau Jadwal Kapal Berubah
Jadwal bisa menyesuaikan kondisi operasional.
Jika terjadi perubahan:
Status Unit + Status Vessel + Next Milestone
menjadi tiga informasi utama.
Baca:
Jadwal Kapal RORO Mundur Setelah Mobil Sudah di Pelabuhan
Kalau Kapal Sudah Berangkat
Customer akan mulai melihat ETA.
Tetapi:
ETA Vessel ≠ ETA Delivery.
Baca:
Kapal RORO Sudah Berangkat tapi ETA Berubah
Problem → Solusi → Dampak
Problem
Customer hanya mengirim:
“Jakarta ke Samarinda berapa?”
CS harus melakukan banyak pertanyaan ulang.
Harga awal juga berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.
Solusi
Gunakan data:
Unit + Pickup + Destination + Condition + Documents + Method + Scope + Insurance
Dampak
Customer mendapatkan:
- quotation lebih cepat;
- harga lebih relevan;
- scope lebih jelas;
- lebih mudah membandingkan provider;
- risiko biaya tambahan karena salah informasi berkurang.
KirimMobil.co.id: Data Lengkap Membuat Quotation Lebih Akurat

Saat meminta quotation melalui KirimMobil.co.id, customer tidak perlu memahami seluruh proses logistik.
Cukup berikan informasi kendaraan secara jelas.
Format paling sederhana:
Mobil apa?
Ada di mana?
Mau dikirim ke mana?
Kondisinya bagaimana?
Sudah siap pickup?
Mau port-to-port atau sampai rumah?
Dari sana baru ditentukan:
Origin Leg → Main Freight → Destination Leg
serta moda yang paling sesuai.
Template WhatsApp Minta Quotation Kirim Mobil
Ini bisa langsung dipakai customer:
CEK ONGKIR KIRIM MOBIL
Nama:
Mobil/Merek/Tipe:
Tahun:
Kondisi: Running / Non-Running
Status: Baru / Bekas
Plat: Ada / Belum Permanen
Pickup:
Tujuan Akhir:
Ready Pickup:
Layanan: Port-to-Port / Door-to-Door
Pickup Method: Towing / Self-Drive / Minta Rekomendasi
Asuransi: Ya / Minta Opsi
CS kemudian dapat melengkapi data yang benar-benar dibutuhkan.
Kesimpulan
Minta harga kirim mobil yang baik jangan hanya dengan:
“Jakarta ke Kalimantan berapa?”
Berikan minimal:
Unit + Pickup + Destination + Condition + Status Dokumen + Scope
Lebih lengkap lagi:
Unit + Pickup + Destination + Condition + Documents + Method + Scope + Insurance
Dengan begitu:
- quotation lebih cepat;
- harga lebih akurat;
- scope tidak membingungkan;
- customer lebih mudah membandingkan layanan.
Dan satu prinsip yang paling penting:
Quotation yang bagus menjelaskan perjalanan kendaraan, bukan hanya memberikan satu angka.
FAQ Cara Minta Quotation Kirim Mobil
Data apa saja yang dibutuhkan untuk cek ongkir kirim mobil?
Minimal merek dan tipe kendaraan, lokasi pickup, kota tujuan akhir, kondisi running atau non-running, status plat, serta scope port-to-port atau door-to-door.
Apakah harus memberikan alamat lengkap?
Untuk estimasi awal, kota dan area biasanya sudah membantu. Alamat lebih detail diperlukan ketika perhitungan door-to-door atau booking dilakukan.
Apakah harus mengirim KTP untuk cek harga?
Tidak selalu. Untuk estimasi awal, fokus terlebih dahulu pada data kendaraan dan rute. Dokumen tambahan dapat diminta saat booking jika diperlukan.
Kenapa merek dan tipe mobil harus disebutkan?
Karena dimensi, berat, ground clearance, dan karakter kendaraan dapat memengaruhi metode handling serta quotation.
Kalau mobil belum ada plat apakah harus diberitahukan?
Ya. Status plat dan dokumen dapat memengaruhi apakah first-mile dapat menggunakan self-drive atau perlu metode lain seperti towing.
Apa beda quotation port-to-port dan door-to-door?
Port-to-port memiliki scope antar titik pelabuhan sesuai kesepakatan, sedangkan door-to-door mencakup delivery hingga alamat akhir sesuai quotation.
Apakah bisa meminta dua harga towing dan self-drive?
Bisa. Jika belum menentukan metode pickup, customer dapat meminta kedua opsi untuk dibandingkan.
Apakah harga yang diberikan lewat WhatsApp langsung final?
Tergantung kelengkapan data dan kebijakan provider. Harga awal dapat bersifat indikatif sampai unit, rute, scope, dan metode dikonfirmasi.
Apakah asuransi harus disebutkan saat minta quotation?
Sebaiknya iya jika ingin mendapatkan perhitungan layanan yang memasukkan opsi perlindungan sejak awal.






