SOP Pengiriman Kendaraan Self Drive: Dari Inspeksi Awal sampai POD/BAST

Bagikan artikel:

Pengiriman mobil yang rapi tidak dimulai saat kendaraan berangkat. Prosesnya dimulai ketika kondisi unit, dokumen, rute, serta pihak yang menyerahkan dan menerima sudah sama-sama jelas.

Bagi Anda yang mengirim mobil pribadi, kendaraan baru dari dealer, atau armada perusahaan, SOP ini membuat setiap tahap lebih mudah ditelusuri. Anda tidak hanya mendapat kabar bahwa mobil sedang berjalan, tetapi memiliki dasar untuk mengetahui kondisi awal, proses perjalanan, dan bukti penerimaan di tujuan.

Untuk memahami layanan dasarnya, baca juga jasa self drive kirim mobil.

Data Unit dan Rute Dikumpulkan Lebih Dulu

Sebelum driver ditugaskan, tim mengumpulkan data dasar:

  • Lokasi pickup dan alamat tujuan.
  • Merek, tipe, tahun, nomor polisi atau identitas unit.
  • Kondisi kendaraan dan catatan teknis.
  • Jadwal pengiriman.
  • Nama PIC penyerah dan penerima.
  • STNK, STCK, surat kuasa, atau release dealer sesuai kondisi unit.
  • Kebutuhan RORO, towing, delivery sampai alamat, atau akses khusus.

Untuk pengiriman fleet dan proyek, data ini menjadi dasar penyusunan gelombang keberangkatan, leader driver, checkpoint, serta rencana penerimaan di tujuan.

Legalitas dan Kelayakan Unit Diverifikasi

Self drive hanya dipakai untuk kendaraan yang layak jalan dan dokumennya jelas.

Mobil curian, hasil tindak pidana, dalam sengketa, atau kendaraan gadai tanpa otorisasi yang sah tidak dapat diproses. Barang di dalam kendaraan juga wajib dinyatakan. Narkotika, barang ilegal, barang berbahaya tanpa dokumen, dan barang yang dilarang hukum tidak dapat dibawa.

Bila mobil tidak layak jalan atau customer ingin menghindari pertambahan odometer, metode towing atau car carrier dapat lebih tepat.

Driver Ditugaskan Secara Resmi

Driver tidak berangkat hanya berdasarkan instruksi lisan. Ia membawa surat tugas sesuai pengambilan, perjalanan, dan penyerahan kendaraan.

Sebelum berangkat, driver memahami:

  • Unit dan rute yang ditugaskan.
  • PIC penyerah serta penerima.
  • Catatan kondisi kendaraan.
  • Titik transit atau pelabuhan.
  • Kebutuhan perjalanan, termasuk RORO bila diperlukan.
  • Prosedur komunikasi bila terjadi perubahan di lapangan.

Untuk pengiriman banyak kendaraan, leader driver membantu menjaga rombongan dan menjadi penghubung awal dengan tim operasional.

Inspeksi Kondisi Sebelum Mobil Berangkat

Tahap ini penting karena menjadi titik acuan bersama.

Kondisi mobil didokumentasikan melalui foto atau video. Pemeriksaan dapat mencakup body, interior yang relevan, odometer, bahan bakar, ban, aki, lampu, rem, indikator, serta catatan khusus lain pada unit.

Apabila terdapat lecet, indikator menyala, atau kondisi teknis tertentu sebelum pengiriman, semuanya sebaiknya dicatat lebih dahulu. Dengan begitu, kondisi sebelum dan sesudah perjalanan tidak hanya bergantung pada ingatan.

Perjalanan Dipantau Berdasarkan Milestone

Update pengiriman tidak perlu berlebihan, tetapi harus bermakna.

Milestone yang biasa digunakan meliputi:

  1. Unit diterima dari customer, dealer, atau pool.
  2. Unit berangkat dari lokasi asal.
  3. Unit berada di titik transit atau masuk pelabuhan.
  4. Unit naik atau turun dari RORO bila memakai jalur laut.
  5. Unit tiba di kota tujuan.
  6. Unit menuju alamat penerima.
  7. Unit telah diserahkan dan POD/BAST selesai.

Untuk fleet besar, laporan disusun per gelombang agar customer dapat melihat jumlah unit berangkat, transit, tiba, dan kendala yang perlu ditangani.

RORO dan Delivery Sampai Alamat

Pada rute antar-pulau, self drive dapat digabung dengan RORO:

Pickup → self drive ke pelabuhan → kapal RORO → turun di pelabuhan tujuan → self drive atau towing → delivery ke alamat.

Delivery dapat dilakukan ke rumah, kantor, dealer, karoseri, pool, atau site proyek setelah akses lokasi diverifikasi. Jalan sempit, portal, jam larangan, ruang putar, dan kapasitas parkir perlu diketahui sejak awal.

Untuk kebutuhan puluhan hingga ratusan unit atau distribusi ke beberapa kota sekaligus, Anda dapat membaca jasa self drive kendaraan untuk perusahaan dan proyek.

Inspeksi Akhir dan POD/BAST

Ketika unit tiba, kendaraan diperiksa bersama PIC penerima. Kondisi akhir didokumentasikan dan data kendaraan dicocokkan kembali.

POD atau BAST menjadi penutup pekerjaan. Dokumen ini membuktikan bahwa unit telah diterima oleh pihak yang ditunjuk.

Dalam proyek fleet, unit belum dianggap selesai hanya karena telah tiba di kota tujuan. Pekerjaan selesai setelah proses serah-terima dan dokumentasi penerimaan lengkap.

FAQ

Apakah mobil wajib diperiksa sebelum dikirim?

Ya. Inspeksi dan dokumentasi awal diperlukan agar kondisi unit sebelum berangkat memiliki acuan yang jelas.

Apakah driver membawa surat tugas?

Ya. Driver ditugaskan secara resmi untuk proses pengambilan, perjalanan, dan penyerahan kendaraan.

Bagaimana bila mobil tidak layak jalan?

Tim akan mengecek metode lain yang lebih sesuai, seperti towing atau car carrier.

Apakah self drive bisa digabung dengan RORO?

Bisa. Mobil dapat dibawa ke pelabuhan, diseberangkan dengan RORO, lalu dilanjutkan ke alamat tujuan sesuai skema layanan.

Apa itu POD dan BAST?

POD adalah bukti penerimaan kendaraan. BAST adalah berita acara serah-terima. Keduanya digunakan untuk menutup proses pengiriman secara jelas.

Kirim Mobil dengan Proses yang Bisa Dicek Kembali

Pengiriman kendaraan bukan hanya soal mobil berangkat dan tiba. Ketika setiap tahap dicatat dengan benar, Anda dapat mengambil keputusan lebih tenang—baik untuk satu mobil pribadi maupun armada perusahaan.

Kirim data kendaraan, rute, dan jadwal melalui WhatsApp. Tim KirimMobil.co.id akan membantu menentukan metode yang sesuai serta menjelaskan prosesnya sebelum unit bergerak.

Sources

Bagikan artikel: