Rangkuman : Mobil yang sudah release berarti dealer telah mengizinkan unit untuk diserahterimakan. Setelah itu, proses pengiriman biasanya meliputi verifikasi dokumen, surat kuasa, inspeksi kondisi, BAST, pickup menggunakan towing atau self-drive, perjalanan ke pelabuhan, proses administrasi kapal, hingga kendaraan masuk ke kapal RORO.
Terakhir Diupdate Tanggal 12 Agustus 2026
Setelah menunggu alokasi, nomor rangka, faktur, PDI, dan aksesori, akhirnya sales mengirim kabar yang paling ditunggu:
“Unit sudah release, Pak. Sudah bisa diambil.”
Untuk customer luar pulau, inilah titik ketika proses berubah.
Sebelumnya sebagian besar aktivitas masih berada di sisi:
dealer dan administrasi kendaraan.
Setelah release, proses mulai berpindah ke:
operasional pengiriman.
Secara sederhana:
Release dealer → verifikasi dokumen → inspeksi → BAST → pickup → pelabuhan → proses RORO → loading kapal → keberangkatan.

Namun jangan menganggap setelah dealer mengatakan “release”, mobil langsung berangkat kapal pada hari yang sama.
Masih ada beberapa tahap yang harus diselesaikan secara berurutan.
Apa Arti Mobil Sudah Release dari Dealer?
Release dealer berarti kendaraan sudah mendapatkan persetujuan untuk diserahkan atau dikeluarkan dari lokasi dealer maupun stockyard.
Ini berbeda dengan:
- unit ready stock;
- nomor rangka sudah tersedia;
- faktur sudah terbit;
- atau PDI sudah selesai.
Status-status tersebut menunjukkan perkembangan transaksi.
Sedangkan release merupakan trigger operasional bahwa mobil sudah dapat masuk proses pickup.
Karena itu, dalam pengiriman mobil baru:
tanggal release jauh lebih penting daripada tanggal SPK untuk menentukan kapan aktivitas logistik benar-benar dimulai.
Release Dealer Bukan Berarti Mobil Langsung Naik Kapal
Ini salah satu ekspektasi yang perlu diluruskan.
Setelah release, kendaraan masih harus melalui beberapa tahap.
| Tahap | Status |
|---|---|
| Dealer release | Unit boleh diserahkan |
| Verifikasi dokumen | Memastikan kendaraan dan penerima kuasa sesuai |
| Inspeksi | Kondisi awal dicatat |
| BAST | Serah terima didokumentasikan |
| Pickup | Mobil keluar dealer |
| Perjalanan ke pelabuhan | Towing atau self-drive |
| Administrasi pelabuhan | Data kendaraan diverifikasi |
| Menunggu jadwal/cut-off | Menyesuaikan operasional kapal |
| Loading RORO | Mobil masuk kapal |
| Sailing | Kapal berangkat |
Jadi release merupakan awal eksekusi, bukan akhir proses.
Tahap 1 — Konfirmasi Release kepada Dealer

Jangan berhenti pada pesan WhatsApp sales:
“Sudah bisa diambil.”
Pastikan informasi operasionalnya lengkap.
Tanyakan lokasi pickup
Unit dapat berada di:
- showroom;
- stockyard dealer;
- gudang distribusi;
- atau lokasi delivery lain.
Alamat showroom belum tentu sama dengan lokasi unit.
Minta PIC penyerahan kendaraan
Catat:
- nama PIC;
- nomor telepon;
- bagian;
- jam operasional;
- serta prosedur masuk lokasi.
Ini penting agar driver tidak tiba di lokasi lalu bertanya:
“Mobil atas nama Pak siapa ya?”
Konfirmasi jam kendaraan boleh keluar
Sebagian stockyard mempunyai:
- jam operasional;
- cut-off;
- prosedur security;
- atau larangan release pada waktu tertentu.
Pickup harus disesuaikan.
Tahap 2 — Pastikan Dokumen Pickup Siap
Sebelum driver atau towing berangkat, cek dokumen.
Dokumen kendaraan
Umumnya meliputi:
- faktur;
- data nomor rangka;
- nomor mesin;
- dokumen kendaraan yang sudah tersedia.
Dokumen pengambilan
Dapat meliputi:
- release dealer;
- surat kuasa;
- identitas pemberi kuasa;
- identitas penerima kuasa;
- serta dokumen lain yang diminta dealer.
Persyaratan tiap dealer dapat berbeda.
Karena itu, dokumen sebaiknya diverifikasi sebelum kendaraan pickup berangkat.
Panduan lebih lengkap tersedia di dokumen pengiriman mobil hasil GIIAS ke luar pulau.
Tahap 3 — Cocokkan Unit Sebelum Diserahkan
Ini bagian yang tidak boleh dilewatkan.
Jangan hanya melihat:
“Mobilnya putih, modelnya benar.”
Cocokkan identitas fisik.
Nomor rangka
Pastikan sama dengan dokumen.
Nomor mesin
Periksa bila dapat diverifikasi pada proses serah terima.
Model dan varian
Pastikan trim kendaraan benar.
Warna
Termasuk warna interior jika relevan.
Kesalahan identifikasi harus diselesaikan sebelum kendaraan meninggalkan dealer.
Artikel nomor rangka mobil sudah keluar kapan bisa dikirim membahas mengapa nomor rangka menjadi identitas penting sebelum proses pickup.
Tahap 4 — Inspeksi Kondisi Mobil
Walaupun kendaraan baru, tetap lakukan pemeriksaan.
Karena sejak unit diserahkan kepada pengangkut, kondisi awal harus mempunyai dokumentasi yang jelas.
Periksa eksterior
Cek:
- bumper depan;
- bumper belakang;
- pintu;
- fender;
- kap mesin;
- atap;
- kaca;
- lampu;
- velg;
- dan ban.
Periksa interior
Cek:
- dashboard;
- jok;
- door trim;
- plafon;
- konsol;
- dan bagasi.
Catat odometer
Foto angka kilometer sebelum mobil bergerak.
Ini terutama penting untuk kendaraan yang nantinya menggunakan self-drive.
Catat bahan bakar atau baterai
Untuk mobil bensin/diesel:
- periksa level BBM.
Untuk EV:
- catat state of charge.
Periksa kelengkapan
Misalnya:
- kunci utama;
- kunci cadangan;
- toolkit;
- buku manual;
- charging cable;
- portable charger;
- dan aksesori dealer.
Gunakan checklist pemeriksaan mobil hasil GIIAS sebelum dikirim sebagai panduan pemeriksaan lebih lengkap.
Tahap 5 — Foto dan Video sebelum Mobil Bergerak

Dokumentasi jangan hanya satu foto dari depan.
Ambil beberapa sudut.
Minimal dokumentasikan
- depan;
- belakang;
- sisi kanan;
- sisi kiri;
- empat sudut kendaraan;
- velg;
- kaca;
- interior;
- dashboard;
- odometer;
- nomor rangka;
- dan kelengkapan.
Jika terdapat:
- goresan;
- dent;
- noda;
- atau kondisi khusus,
ambil foto close-up.
Tujuannya bukan mencari kesalahan dealer.
Tujuannya adalah mempunyai baseline kondisi kendaraan pada saat serah terima.
Tahap 6 — Buat BAST
BAST atau Berita Acara Serah Terima menjadi catatan perpindahan tanggung jawab kendaraan.
BAST idealnya memuat:
- identitas kendaraan;
- nomor rangka;
- nomor mesin;
- odometer;
- kondisi kendaraan;
- kelengkapan;
- lokasi;
- tanggal;
- waktu;
- pihak yang menyerahkan;
- dan pihak yang menerima.
Jika ada kondisi khusus, tulis.
Jangan hanya mengandalkan foto tanpa catatan serah terima.
Tahap 7 — Tentukan Towing atau Self-Drive

Setelah kendaraan resmi diterima, langkah berikutnya adalah membawa unit menuju pelabuhan.
Ada dua metode utama.
Self-drive
Mobil dikemudikan dari dealer menuju titik berikutnya.
Cocok jika:
- dokumen pengoperasian sudah sesuai;
- dealer mengizinkan;
- customer menyetujui;
- kondisi mobil siap;
- dan rute memungkinkan.
Konsekuensi paling jelas:
odometer bertambah.
Towing
Mobil dibawa menggunakan towing.
Lebih relevan bila:
- customer tidak ingin mobil dikemudikan;
- dokumen penggunaan jalan belum memadai;
- kendaraan premium;
- odometer ingin dijaga;
- atau kondisi unit membutuhkan transportasi khusus.
Pemilihan sebaiknya berdasarkan risiko, dokumen, dan preferensi customer.
Jika Mobil Belum Ada Plat, Jangan Asal Self-Drive
Mobil yang sudah release belum tentu sudah mempunyai:
- STNK permanen;
- dan TNKB permanen.
Karena itu, jangan menganggap:
“Dealer sudah release berarti mobil otomatis boleh dikemudikan di jalan.”
Itu dua hal berbeda.
Release menyangkut penyerahan unit.
Pengoperasian kendaraan di jalan mempunyai persyaratan tersendiri.
Apabila kendaraan belum memiliki plat permanen, status dokumen sementara seperti STCK dan TCKB perlu diperiksa jika kendaraan akan menggunakan self-drive.
Artikel kirim mobil baru belum ada plat membahas kondisi tersebut secara khusus.
Tahap 8 — Mobil Keluar Dealer

Setelah:
- unit cocok;
- dokumen selesai;
- BAST selesai;
- foto lengkap;
- dan metode pickup ditentukan,
kendaraan dapat meninggalkan dealer.
Pada titik ini tanggung jawab operasional perusahaan pengiriman mulai berjalan.
Customer sebaiknya menerima update:
“Unit sudah berhasil pickup dari dealer.”
Bukan sekadar:
“Driver sudah sampai.”
Dua status tersebut berbeda.
Tahap 9 — Perjalanan Menuju Pelabuhan
Mobil kemudian diarahkan menuju pelabuhan keberangkatan.
Selama perjalanan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Jika self-drive
Pastikan:
- live location bila tersedia;
- driver dapat dihubungi;
- kendaraan digunakan sesuai kebutuhan perjalanan;
- tidak ada penggunaan di luar kepentingan pengiriman.
Jika towing
Pastikan:
- kendaraan terikat dengan aman;
- posisi loading benar;
- ground clearance diperhatikan;
- dan kondisi unit tetap terdokumentasi.
Tahap 10 — Mobil Tiba di Area Pelabuhan
Sesampainya di area operasional pelabuhan, kendaraan belum otomatis masuk kapal.
Masih ada tahapan administratif dan operasional.
Data kendaraan biasanya perlu dicocokkan dengan booking pengiriman.
Informasi yang dibutuhkan dapat mencakup:
- jenis kendaraan;
- nomor polisi jika tersedia;
- nomor rangka;
- dimensi atau kategori kendaraan;
- serta dokumen sesuai persyaratan operator.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan operator kapal dan pelabuhan.
Apa Itu Cut-Off Kapal?
Cut-off adalah batas waktu tertentu terkait penerimaan kendaraan atau penyelesaian proses sebelum keberangkatan.
Ini penting.
Misalnya kapal dijadwalkan berangkat besok, bukan berarti kendaraan dapat datang kapan saja sampai beberapa menit sebelum kapal berangkat.
Jika kendaraan melewati cut-off operasional:
unit dapat harus menunggu keberangkatan berikutnya.
Karena itu perusahaan pengiriman harus menyinkronkan:
release dealer → pickup → perjalanan → cut-off → jadwal kapal.
Mengapa Mobil Bisa Menunggu di Pelabuhan?

Ada beberapa alasan.
Menunggu jadwal kapal
Kapal belum tiba atau belum masuk fase loading.
Menunggu proses administrasi
Dokumen masih diverifikasi.
Menunggu operasional loading
Kendaraan masuk berdasarkan pengaturan operator.
Perubahan jadwal
Operasional laut dapat berubah karena faktor seperti:
- cuaca;
- kondisi pelabuhan;
- operasional kapal;
- dan perubahan jadwal.
Karena itu jangan memberikan janji:
“Pickup hari ini pasti besok berangkat.”
Yang lebih tepat:
keberangkatan menyesuaikan jadwal dan proses operasional aktual.
Tahap 11 — Kendaraan Masuk Kapal RORO

RORO merupakan singkatan dari Roll-on/Roll-off.
Pada moda ini kendaraan bergerak melalui ramp kapal menuju deck kendaraan.
Untuk mobil yang menggunakan metode ini, proses umumnya:
staging area → pemeriksaan → antrean loading → ramp kapal → deck kendaraan.
Setelah masuk kapal, mobil ditempatkan sesuai pengaturan operator.
Kendaraan kemudian diamankan untuk pelayaran.
Pembahasan lebih lengkap tersedia di kirim mobil hasil GIIAS via kapal RORO.
Apakah Mobil Dikemudikan Saat Masuk Kapal?
Untuk sistem RORO, kendaraan memang perlu dipindahkan melalui ramp menuju deck.
Karena itu bahkan ketika pickup dealer menggunakan towing, tetap mungkin terdapat pergerakan operasional terbatas ketika kendaraan masuk atau keluar kapal.
Ini penting bagi customer yang sangat memperhatikan odometer.
Jangan menjanjikan:
“Towing berarti kilometer pasti tidak bertambah sama sekali.”
Yang lebih tepat:
towing mengurangi perjalanan mobil di jalan, tetapi masih dapat terjadi pergerakan operasional dalam proses terminal dan RORO.
Bagaimana dengan Mobil Listrik?
EV membutuhkan perhatian tambahan.
Sebelum kendaraan meninggalkan dealer, catat:
- state of charge;
- warning indicator;
- charging cable;
- portable charger;
- adaptor bila ada.
Jangan mengirim kendaraan dengan kondisi baterai yang terlalu minim untuk kebutuhan movement operasional.
Namun juga jangan membuat standar SOC universal tanpa mengikuti ketentuan operator dan kendaraan.
Tahap 12 — Konfirmasi Mobil Sudah Loading
Customer sebaiknya menerima update ketika kendaraan sudah masuk kapal.
Status yang berguna misalnya:
Pickup dealer selesai
Unit tiba pelabuhan
Administrasi selesai
Unit loading kapal
Kapal berangkat
Dengan status seperti ini, customer mengetahui posisi proses secara konkret.
Bukan sekadar:
“Masih proses, Pak.”
Booking Kapal dan Loading Kapal Itu Berbeda
Ini juga sering membingungkan.
Booking
Slot atau rencana pengiriman sudah dibuat.
Unit masuk pelabuhan
Kendaraan sudah berada di titik operasional.
Loading
Kendaraan benar-benar masuk kapal.
Sailing
Kapal sudah berangkat.
Jadi:
booking ≠ loading ≠ sailing.
Ketiga status harus dibedakan.
Contoh Alur Jakarta ke Balikpapan

Misalnya dealer berada di Tangerang.
Alur dapat menjadi:
Dealer Tangerang
↓
Release
↓
Inspeksi & BAST
↓
Pickup towing/self-drive
↓
Pelabuhan Jakarta
↓
Administrasi & staging
↓
Loading RORO
↓
Sailing
↓
Balikpapan
↓
Delivery
Untuk customer Balikpapan, fase darat setelah pelabuhan relatif lebih sederhana apabila alamat masih berada dalam area layanan.
Contoh Alur Jakarta ke Samarinda
Untuk Samarinda:
Dealer Jabodetabek
↓
Pickup
↓
Pelabuhan Jakarta
↓
RORO
↓
Balikpapan
↓
Perjalanan darat
↓
Samarinda
Artinya tiba kapal di Balikpapan belum berarti kendaraan sudah sampai tujuan akhir.
Masih ada last-mile.
Contoh Alur Jakarta ke Banjarmasin
Alurnya:
Dealer
↓
Pickup
↓
Pelabuhan
↓
RORO
↓
Banjarmasin
↓
Delivery
Jika tujuan sebenarnya Banjarbaru, cantumkan sejak awal agar biaya dan rute last-mile sudah dihitung.
Contoh Alur Jakarta ke Pontianak
Untuk Pontianak:
Dealer
↓
Pickup
↓
Pelabuhan
↓
RORO
↓
Pontianak
↓
Delivery
Untuk tujuan lanjutan seperti:
- Mempawah;
- Singkawang;
- atau Sambas,
tambahkan perjalanan darat setelah kendaraan keluar pelabuhan.
Kapan Waktu Pengiriman Mulai Dihitung?
Customer sering menghitung dari:
tanggal SPK.
Padahal dari perspektif logistik, kendaraan belum berada di tangan perusahaan pengiriman.
Timeline lebih baik dipisahkan.
Dealer lead time
SPK → alokasi → nomor rangka → faktur → PDI → release.
Logistics lead time
Release/pickup → pelabuhan → kapal → pelabuhan tujuan → delivery.
Artikel ready stock vs inden mobil GIIAS 2026 membahas perbedaan dua periode tersebut secara lebih detail.
Berapa Lama Mobil Sampai ke Kalimantan?
Sebagai gambaran operasional customer-facing KirimMobil.co.id:
- Balikpapan sekitar 5–7 hari;
- Banjarmasin sekitar 5–6 hari;
- Pontianak sekitar 5–7 hari;
- Samarinda membutuhkan perjalanan darat lanjutan dari Balikpapan.
Namun estimasi mengikuti:
- jadwal kapal;
- cut-off;
- space;
- proses pelabuhan;
- serta operasional aktual.
Gunakan artikel berapa lama mobil hasil GIIAS sampai ke Kalimantan untuk pembahasan khusus timeline.
Asuransi Sebaiknya Sudah Clear sebelum Pickup
Jangan menunggu kendaraan sudah berada di pelabuhan baru membicarakan asuransi.
Sebelum pickup, customer perlu memahami:
- apakah menggunakan asuransi;
- nilai pertanggungan;
- risiko yang dijamin;
- deductible;
- pengecualian;
- titik awal perlindungan;
- dan titik akhir perlindungan.
Coverage mengikuti ketentuan polis.
Bukan berarti semua risiko otomatis dijamin.
Panduan khusus tersedia di asuransi pengiriman mobil hasil GIIAS.
Status Update yang Ideal untuk Customer
Untuk membuat pengiriman lebih transparan, status dapat dibagi menjadi:
| Status | Artinya |
|---|---|
| Release confirmed | Dealer mengizinkan unit keluar |
| Driver/towing assigned | Armada sudah ditentukan |
| Pickup in progress | Menuju dealer |
| Pickup completed | Mobil sudah diterima |
| In transit to port | Menuju pelabuhan |
| Arrived at port | Sudah tiba area pelabuhan |
| Port process | Administrasi/staging |
| Loaded | Sudah masuk kapal |
| Sailing | Kapal berangkat |
| Arrived | Kapal tiba |
| Delivery in progress | Last-mile berjalan |
| POD/BAST completed | Kendaraan diserahterimakan |
Status seperti ini membuat customer mengetahui milestone, bukan hanya menerima pesan generik.
Jangan Sampai Terjadi 6 Kesalahan Ini
1. Towing datang sebelum release
Akibatnya armada menunggu atau pickup gagal.
2. Salah lokasi pickup
Sales berada di showroom, mobil ternyata di stockyard lain.
3. Surat kuasa belum siap
Driver datang tetapi security tidak mengizinkan unit keluar.
4. Nomor rangka tidak diverifikasi
Risiko salah unit.
5. Mobil keluar tanpa dokumentasi kondisi
Sulit menentukan kondisi awal jika kemudian muncul klaim.
6. Menganggap pickup sama dengan keberangkatan kapal
Padahal masih ada perjalanan ke pelabuhan, cut-off, staging, dan loading.
Checklist Sebelum Mengirim Towing atau Driver
Sebelum armada bergerak, pastikan:
- ✅ dealer sudah release;
- ✅ alamat pickup benar;
- ✅ PIC tersedia;
- ✅ jam pickup confirmed;
- ✅ nomor rangka tersedia;
- ✅ surat kuasa siap;
- ✅ dokumen kendaraan tersedia;
- ✅ metode towing/self-drive sudah dipilih;
- ✅ dokumen jalan sesuai jika self-drive;
- ✅ jadwal kapal sudah diperiksa;
- ✅ asuransi sudah diputuskan;
- ✅ alamat tujuan final jelas.
Jika semua sudah clear, pickup jauh lebih terkontrol.
Problem → Solusi → Dampak
Problem
Customer menganggap:
“Mobil sudah release berarti tinggal naik kapal.”
Akibatnya ekspektasi waktu terlalu pendek.
Ketika kendaraan masih:
- di perjalanan menuju pelabuhan;
- menunggu cut-off;
- staging;
- atau belum loading,
customer mengira pengiriman terlambat.
Solusi
Pisahkan milestone:
Release → pickup → port → loading → sailing → arrival → delivery.
Berikan update berdasarkan milestone tersebut.
Dampak
Customer mendapatkan:
- timeline lebih transparan;
- posisi kendaraan lebih mudah dipahami;
- komunikasi lebih jelas;
- risiko miskomunikasi berkurang;
- dan estimasi delivery menjadi lebih realistis.
Kirim Mobil Baru dari Dealer Bersama KirimMobil.co.id
KirimMobil.co.id melayani pengambilan mobil baru dari dealer Jabodetabek dan pengiriman antarpulau ke berbagai kota di Kalimantan.
Setelah dealer memberikan release, tim dapat mengatur:
- verifikasi pickup;
- inspeksi;
- BAST;
- towing;
- self-drive;
- pengiriman RORO;
- port-to-port;
- door-to-door;
- dan opsi asuransi sesuai quotation.
Customer cukup mengirimkan:
Merek/model:
Dealer:
Lokasi pickup:
PIC dealer:
Nomor rangka:
Release: Sudah
STNK/TNKB: Sudah/Belum
Kota tujuan:
Metode pickup: Towing/Self-drive/Belum tahu
Layanan: Port-to-port/Door-to-door
Dari sini proses operasional dapat mulai dijalankan.
Kesimpulan
Ketika dealer mengatakan:
“Unit sudah release.”
itu berarti fase menunggu dealer hampir selesai dan fase pengiriman mulai berjalan.
Namun kendaraan belum otomatis berada di kapal.
Masih ada alur:
Release → dokumen → inspeksi → BAST → pickup → pelabuhan → administrasi → staging → loading RORO → sailing.
Karena itu, customer sebaiknya memahami setiap milestone.
Tiga status yang paling penting setelah release adalah:
Pickup completed → Loaded → Sailing.
Dengan begitu customer mengetahui apakah kendaraan:
- baru keluar dealer;
- sudah masuk kapal;
- atau kapal benar-benar sudah berangkat.
Dan bagi customer luar pulau, inilah titik ketika perjalanan mobil barunya benar-benar dimulai.
FAQ Mobil Sudah Release Dealer
Apa arti mobil sudah release dealer?
Artinya dealer sudah mengizinkan kendaraan untuk diserahterimakan atau keluar dari dealer/stockyard.
Apakah mobil yang sudah release bisa langsung diambil?
Pada prinsipnya dapat dijadwalkan untuk pickup setelah dokumen pengambilan, PIC, jam operasional, dan metode pickup sudah dikonfirmasi.
Setelah release apa proses berikutnya?
Verifikasi dokumen, inspeksi kendaraan, BAST, pickup, perjalanan menuju pelabuhan, administrasi RORO, loading, lalu keberangkatan kapal.
Apakah release berarti mobil langsung masuk kapal?
Tidak. Setelah pickup masih ada perjalanan ke pelabuhan, proses administrasi, cut-off, staging, dan loading.
Apa beda pickup, loading, dan sailing?
Pickup berarti kendaraan sudah keluar dari dealer. Loading berarti kendaraan sudah masuk kapal. Sailing berarti kapal sudah berangkat.
Apakah mobil tanpa plat bisa pickup?
Bisa dipersiapkan, tetapi metode pickup harus disesuaikan. Jika menggunakan self-drive, legalitas pengoperasian kendaraan di jalan harus dipastikan.
Lebih baik towing atau self-drive dari dealer?
Tergantung dokumen, kondisi kendaraan, jarak, preferensi customer, serta kebutuhan menjaga odometer.
Apakah towing membuat odometer pasti nol tambahan?
Tidak selalu. Towing mengurangi penggunaan kendaraan di jalan, tetapi mobil masih dapat mengalami pergerakan operasional terbatas di terminal dan saat proses RORO.
Kapan asuransi pengiriman sebaiknya disiapkan?
Sebaiknya sebelum pickup, agar nilai pertanggungan, risiko yang dijamin, deductible, pengecualian, serta periode perlindungannya sudah jelas.






