Ringkasan : Mobil baru hasil GIIAS 2026 dapat dikirim ke luar pulau setelah status unit dan dealer release jelas serta dokumen yang diperlukan tersedia. Alurnya umumnya meliputi dealer release, pemeriksaan kendaraan, pickup menggunakan towing atau self-drive sesuai kondisi, masuk pelabuhan, pengiriman via kapal RORO, discharge di tujuan, terminal release, last-mile, dan pemeriksaan sebelum BAST.
Terakhir Diupdate 28 Agustus 2026
GIIAS 2026 sudah selesai.
Bagi pembeli mobil dari luar Jakarta atau luar Pulau Jawa, pertanyaan yang paling penting sekarang bukan lagi:
“Mobil baru apa yang tampil di GIIAS?”
Tetapi:
“Mobil yang saya beli dari dealer Jakarta bagaimana cara dikirim ke kota saya?”
Karena setelah SPK atau pembayaran dilakukan, kendaraan belum otomatis bisa langsung dikirim.
Masih ada beberapa milestone:
SPK → Unit Allocation → Nomor Rangka → Faktur → PDI → Dealer Release → Pickup → Pelabuhan → RORO → Arrival → Discharge → Release → Last-Mile → BAST
Memahami alur ini penting terutama bagi pembeli yang tinggal di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan wilayah lain di luar Pulau Jawa.
Sudah SPK di GIIAS Belum Berarti Mobil Bisa Langsung Dikirim
SPK adalah awal transaksi.
Namun pengiriman baru dapat direncanakan dengan lebih pasti setelah status unit menjadi jelas.
Yang perlu ditanyakan kepada dealer:
- apakah unit ready stock atau inden;
- apakah nomor rangka sudah keluar;
- kendaraan berada di dealer atau stockyard;
- apakah PDI sudah selesai;
- apakah faktur sudah terbit;
- kapan unit dapat release;
- siapa PIC dealer untuk proses pickup.
Jadi jangan langsung booking armada pickup hanya karena:
DP sudah dibayar.
Bahkan mobil yang sudah lunas belum tentu langsung dapat diambil jika proses internal dealer belum selesai.
Baca juga:
Mobil Sudah Lunas tapi Belum Bisa Dikirim
Nomor Rangka Menjadi Identitas Utama Unit

Untuk mobil baru, nomor rangka atau VIN sangat penting.
Apalagi jika kendaraan:
- belum mempunyai plat permanen;
- masih berada di stockyard;
- mempunyai warna dan tipe yang sama dengan banyak unit lain.
Nomor rangka digunakan untuk memastikan:
mobil yang diambil dari dealer memang unit milik customer.
Sebelum pickup, cocokkan VIN dengan dokumen transaksi.
Faktur Mobil Baru Sangat Penting untuk Proses Pengiriman
Untuk mobil baru, salah satu dokumen minimum yang perlu dipastikan adalah:
faktur pembelian kendaraan.
Faktur membantu mengidentifikasi:
- kendaraan;
- pembeli;
- nomor rangka;
- transaksi.
Namun perlu dibedakan:
faktur kendaraan bukan otomatis izin untuk mengendarai mobil di jalan umum.
Ini menjadi sangat penting jika pickup dari dealer akan menggunakan self-drive.
Mobil Belum Ada Plat, Bisa Dikirim?
Bisa.
Mobil baru tidak harus menunggu STNK dan TNKB permanen selesai hanya untuk memulai proses pengiriman.
Namun metode perpindahannya harus disesuaikan.
Jika kendaraan harus dikemudikan di jalan, dokumen penggunaan jalan yang relevan seperti STCK/TCKB dapat menjadi bagian yang perlu dipastikan sesuai kondisi aktual.
STCK adalah Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor, sedangkan TCKB adalah tanda nomor kendaraan sementara yang terkait dengan penggunaan tersebut.
Yang penting:
jangan menganggap faktur saja otomatis membuat mobil boleh digunakan di jalan.
Baca:
Kirim Mobil Baru Belum Ada Plat
Dealer Sudah Release: Baru Masuk Tahap Pickup
Salah satu milestone terpenting adalah:
Dealer Release.
Artinya dealer sudah mengizinkan kendaraan diserahkan kepada customer atau pihak pengiriman yang diberi wewenang.
Sebelum unit keluar dealer, lakukan pemeriksaan:
- nomor rangka;
- model dan warna;
- bodi;
- bumper;
- kaca;
- velg;
- ban;
- interior;
- odometer;
- BBM atau SOC;
- jumlah kunci;
- toolkit;
- charger EV jika ada;
- aksesori.
Kemudian buat dokumentasi foto dan BAST pickup.
Dealer Minta Mobil Segera Diambil, tetapi Kapal Belum Ada

Ini bisa terjadi pada mobil baru setelah GIIAS.
Dealer sudah meminta kendaraan keluar.
Tetapi jadwal RORO belum sesuai.
Jangan otomatis membawa kendaraan ke pelabuhan terlalu awal.
Salah satu opsi operasional adalah:
Dealer → Inspection → Pickup → Staging → Port
Staging menjadi buffer antara:
jadwal dealer
dan:
jadwal kapal.
Baca:
Dealer Minta Mobil Segera Diambil, Jadwal Kapal Belum Ada
Pickup dari Dealer: Towing atau Self-Drive?
Ada dua metode yang umum dipertimbangkan.
Self-Drive
Mobil dikemudikan dari dealer menuju staging atau pelabuhan.
Keuntungannya:
- fleksibel;
- efisien untuk rute tertentu;
- biasanya lebih ekonomis.
Konsekuensinya:
- odometer bertambah;
- kendaraan digunakan di jalan;
- dokumen penggunaan jalan harus sesuai.
Towing
Mobil diangkut menggunakan kendaraan pengangkut.
Keuntungannya:
- perjalanan utama tidak dilakukan dengan mobil customer;
- mileage dapat diminimalkan;
- cocok untuk kendaraan tertentu.
Tetapi biaya biasanya lebih tinggi.

Jadi jangan memilih hanya berdasarkan:
murah atau mahal.
Pertimbangkan:
dokumen + jarak + odometer + kondisi unit + biaya + preferensi customer.
Towing dan RORO Itu Bukan Moda yang Saling Menggantikan
Ini sering membuat customer bingung.
Towing biasanya digunakan untuk:
first-mile atau last-mile.
Sedangkan RORO menjadi:
main transport antarpulau.
Contoh:
Dealer
↓
Towing
↓
Pelabuhan Jakarta
↓
Kapal RORO
↓
Balikpapan
↓
Self-Drive
↓
Samarinda
Atau:
Dealer → Self-Drive → RORO → Towing → Customer.
Jadi metode bisa dikombinasikan.
Kenapa Kapal RORO Cocok untuk Pengiriman Mobil?
RORO berasal dari:
Roll-On/Roll-Off.
Kendaraan masuk dan keluar kapal melalui ramp.
Untuk pengiriman mobil, metode ini memungkinkan kendaraan dikirim tanpa harus dimasukkan ke dalam kontainer terlebih dahulu.
Alur umumnya:
Port Acceptance → Terminal Staging → Loading → Loaded → Sailing → Arrival → Discharge
RORO banyak digunakan untuk pengiriman kendaraan antarpulau.
Mobil Sudah Masuk Pelabuhan Belum Berarti Sudah Masuk Kapal
Salah satu kesalahan paling sering:
“Mobil sudah di pelabuhan berarti sudah berangkat.”
Tidak.
Bedakan:
At Port ≠ Loaded ≠ Sailing.
Mobil yang sudah berada di terminal masih dapat menunggu:
- acceptance;
- proses dokumen;
- staging terminal;
- manifest;
- loading sequence;
- kapal sandar.
Baca:
Mobil Sudah di Pelabuhan tapi Belum Naik Kapal
Bagaimana Kalau Jadwal Kapal Mundur?
Schedule kapal laut dapat berubah.
Misalnya kendaraan sudah berada di terminal, tetapi keberangkatan kapal bergeser.
Yang perlu diketahui:
Status unit
At Port atau Loaded?
Status kapal
Hanya jadwal berubah atau voyage berubah?
Next milestone
Loading atau Sailing?
Gunakan rumus sederhana:
Status Unit + Status Vessel + Next Milestone
Baca:
Jadwal Kapal RORO Mundur Setelah Mobil Sudah di Pelabuhan
Kapal Sudah Berangkat, ETA Masih Bisa Berubah

Setelah status:
Sailing
customer biasanya mulai memantau ETA.
Tetapi ETA adalah:
Estimated Time of Arrival.
Bukan guaranteed delivery time.
ETA bisa berubah karena:
- kondisi pelayaran;
- kecepatan kapal;
- port call;
- antrean pelabuhan;
- operasional sandar;
- faktor voyage lainnya.
Dan yang lebih penting:
ETA Vessel ≠ ETA Delivery.
Baca:
Kapal RORO Sudah Berangkat tapi ETA Berubah
Kapal Sudah Tiba Belum Berarti Mobil Langsung Bisa Diambil
Setelah kapal mencapai pelabuhan tujuan masih ada:
Arrival → Berthing → Discharge → Terminal Process → Release
Jadi customer jangan langsung datang ke pelabuhan hanya karena vessel tracking menunjukkan:
Arrived.
Tunggu informasi status kendaraan.
Discharged Juga Belum Berarti Delivered
Ketika kendaraan keluar dari kapal, statusnya:
Discharged.
Namun masih ada:
Terminal Release → Gate Out.
Setelah Gate Out pun, jika layanan door-to-door:
kendaraan masih menjalani last-mile.
Karena itu customer journey belum selesai.
Port-to-Port atau Door-to-Door?
Pembeli mobil hasil GIIAS perlu menentukan scope layanan sejak awal.
Port-to-Port
Pengiriman utama antar pelabuhan.
Customer mengatur sebagian origin movement dan last-mile sendiri.
Door-to-Door
Provider mengoordinasikan perjalanan lebih panjang:
Dealer → Port → RORO → Port Tujuan → Customer.
Door-to-door umumnya lebih praktis.
Port-to-port dapat lebih ekonomis jika customer sudah memiliki jaringan driver atau tim sendiri.
Jangan bandingkan harga saja.
Bandingkan:
Total Cost + Scope + Responsibility.
Kirim Mobil Baru Hasil GIIAS ke Kalimantan
Kalimantan menjadi salah satu tujuan penting pembeli mobil dari dealer Jakarta.
Rutenya dapat berbeda tergantung kota tujuan akhir.
Kirim Mobil Jakarta ke Balikpapan
Balikpapan menjadi salah satu titik penting pengiriman kendaraan ke Kalimantan Timur.
Setelah kendaraan tiba:
discharge → release → delivery.
Jika customer berada di Balikpapan, last-mile relatif lebih sederhana dibanding tujuan lanjutan.
Kirim Mobil Jakarta ke Samarinda
Untuk Samarinda, customer perlu memperhatikan:
pelabuhan arrival + last-mile ke Samarinda.
Gunakan halaman:
Jasa Kirim Mobil Jakarta ke Samarinda
Jangan hanya membandingkan freight sampai pelabuhan.
Hitung sampai alamat tujuan sebenarnya.
Kirim Mobil Jakarta ke Banjarmasin
Untuk Kalimantan Selatan, pengiriman dapat diarahkan ke Banjarmasin sesuai rute layanan.
Bagi customer yang berada di Banjarbaru atau wilayah lainnya:
tambahkan perjalanan last-mile.
Baca:
Beli Mobil di Jakarta untuk Banjarmasin
Kirim Mobil Jakarta ke Pontianak
Untuk Kalimantan Barat, Pontianak menjadi titik penting distribusi.
Setelah itu kendaraan dapat dilanjutkan menuju:
- Kubu Raya;
- Mempawah;
- Singkawang;
- Sambas;
- Sanggau;
- Sintang;
- Ketapang;
sesuai kebutuhan layanan.
Baca:
Beli Mobil di Jakarta untuk Pontianak

Beli Mobil Online dari Dealer Jakarta Juga Bisa Dikirim
Customer tidak harus datang ke Jakarta untuk seluruh proses.
Mobil dapat dibeli melalui dealer setelah proses transaksi dan verifikasi selesai.
Kemudian jasa pengiriman dapat mengoordinasikan:
dealer release → pickup → port → RORO → delivery.
Namun transaksi jarak jauh membutuhkan disiplin.
Pastikan:
- dealer benar;
- pembayaran benar;
- SPK;
- VIN;
- unit;
- faktur;
- release;
- dokumentasi kondisi.
Baca:
Beli Mobil Online dari Dealer Jakarta untuk Dikirim ke Luar Pulau
Bagaimana dengan Asuransi?
Untuk mobil baru, asuransi transportasi layak dipertimbangkan.
Namun jangan memahami:
“full cover = semua kejadian pasti dibayar.”
Coverage selalu mengikuti:
- nilai pertanggungan;
- risiko yang dijamin;
- deductible;
- pengecualian;
- prosedur klaim;
- periode pertanggungan.
Pastikan pula apakah coverage mencakup:
pickup → staging → terminal → voyage → terminal tujuan → last-mile.
Dokumentasi Kondisi dari Dealer sampai Customer
Salah satu praktik terbaik adalah membuat baseline kondisi sejak awal.
Foto:
- depan;
- belakang;
- sisi kanan;
- sisi kiri;
- bumper;
- kaca;
- velg;
- interior;
- odometer;
- VIN;
- BBM/SOC.
Kemudian dokumentasi dapat dibandingkan pada milestone berikutnya.
Ini membentuk:
chain of custody.
Mobil Sudah Sampai: Jangan Langsung Tanda Tangan BAST
Ketika kendaraan sampai, lakukan final inspection.
Periksa:
- VIN;
- bodi;
- bumper;
- kaca;
- velg;
- ban;
- interior;
- odometer;
- BBM/SOC;
- kunci;
- toolkit;
- charger EV;
- aksesori.
Bandingkan dengan dokumentasi pickup.
Baca:
Mobil Sudah Sampai: Checklist Sebelum Tanda Tangan BAST
Jika ada temuan:
foto → video → catat sebelum BAST diselesaikan.
Customer Journey Lengkap Mobil Baru Hasil GIIAS

Secara keseluruhan:
SPK
↓
Unit Allocation
↓
Nomor Rangka
↓
Faktur
↓
PDI
↓
Dealer Release
↓
Inspection & BAST Pickup
↓
Towing / Self-Drive
↓
Staging
↓
At Port
↓
Loaded
↓
Sailing
↓
Arrival
↓
Discharge
↓
Terminal Release
↓
Gate Out
↓
Last-Mile
↓
Delivered
↓
Final Inspection & BAST
Inilah artikel pillar kita.
Semua artikel turunan yang selama ini kita buat sekarang punya rumah dan konteks yang jelas.
Kirim Mobil Baru Hasil GIIAS Bersama KirimMobil.co.id
Untuk pembeli kendaraan dari dealer Jakarta yang membutuhkan pengiriman ke luar pulau, KirimMobil.co.id dapat membantu mengoordinasikan perjalanan mulai dari pickup kendaraan hingga moda antarpulau dan delivery sesuai scope yang disepakati.
Sebelum meminta quotation, siapkan informasi:
- lokasi dealer;
- kota tujuan;
- merek dan tipe kendaraan;
- status ready stock/inden;
- nomor rangka jika sudah ada;
- status faktur;
- status plat/dokumen;
- tanggal dealer release;
- pilihan towing atau self-drive;
- port-to-port atau door-to-door.
Dengan informasi tersebut, skema pengiriman dapat dirancang jauh lebih akurat.
Kesimpulan
Untuk pembeli mobil baru hasil GIIAS 2026, tantangan sebenarnya dimulai setelah transaksi selesai.
Mobil masih harus melewati:
Dealer Release → Pickup → Port → RORO → Arrival → Release → Delivery → BAST.
Empat hal yang paling penting adalah:
Unit + Dokumen + Metode Pickup + Kota Tujuan
Jika mobil belum memiliki plat permanen, periksa kebutuhan faktur dan dokumen penggunaan jalan seperti STCK/TCKB sesuai metode perpindahan.
Jika dikirim antarpulau, RORO dapat menjadi moda utama sementara towing atau self-drive digunakan untuk first-mile dan last-mile.
Dan saat kendaraan akhirnya tiba:
jangan selesaikan BAST sebelum kendaraan diperiksa.
Dengan begitu pembelian mobil dari dealer Jakarta tidak berhenti pada:
“mobil sudah dibayar.”
Tetapi benar-benar selesai ketika:
mobil diterima customer dalam kondisi yang sudah diverifikasi.
FAQ Kirim Mobil Baru Hasil GIIAS 2026
Mobil hasil GIIAS bisa langsung dikirim ke luar pulau?
Bisa setelah status unit, dealer release, dan dokumen yang dibutuhkan untuk proses pengiriman sudah jelas.
Apakah harus menunggu plat nomor permanen?
Tidak selalu. Namun metode movement kendaraan perlu menyesuaikan dokumen yang relevan dan kondisi aktual.
Apakah faktur cukup untuk self-drive?
Tidak otomatis. Faktur adalah dokumen penting kendaraan, tetapi penggunaan kendaraan di jalan perlu memenuhi dokumen dan ketentuan yang relevan.
Apa itu STCK?
STCK adalah Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang berkaitan dengan penggunaan kendaraan tertentu sebelum registrasi permanen sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih baik towing atau self-drive?
Tergantung dokumen, jarak, kondisi mobil, mileage, biaya, dan preferensi customer.
Apakah towing menggantikan kapal RORO?
Tidak. Towing biasanya digunakan untuk first-mile atau last-mile, sedangkan RORO menjadi moda utama pengiriman antarpulau.
Mobil sudah masuk pelabuhan apakah berarti sudah berangkat?
Belum. Mobil masih dapat berada pada status At Port atau Port Process. Tunggu konfirmasi Loaded dan Sailing.
Apakah ETA kapal sama dengan tanggal mobil sampai rumah?
Tidak. Setelah kapal tiba masih terdapat discharge, terminal release, dan last-mile.
Apa yang harus dilakukan saat kendaraan tiba?
Lakukan final inspection terhadap VIN, bodi, kaca, velg, odometer, BBM/SOC, kunci, serta kelengkapan sebelum menyelesaikan BAST.






